Senin, 30 Oktober 2017

IMPLEMENTASI KURIKULUM



IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
DI SD NEGERI 06/IV
KEC.PASAR KOTA JAMBI

Ini sangat penting untuk diketahui oleh semua guru terutama bagi guru yang sekolahnya melaksanakan Kurikulum 2013.karena saya baru menjalankan dan melaksanakan menjadi seorang tenaga pendidik selam 2 tahun dan ini menjadi tahun pertama di terapkan kurikulum 2013 untuk kelas II dan kelas V di SD Negeri 06/IV kec.pasar kota jambi,di mana tahun sebelumnya sudah menerapkan dan menjalankan kurikulum 2013 untuk kelas 1 dan IV.

Dalam implementasi kurikulum 2013 perlu di lakukan sosialisasi terhadap guru-guru dan wali murid,selain itu juga guru-guru dan kepala sekolah juga mengikuti diklat yang di adakan pemerintah untuk mensukseskan implementasi kurikulum 2013.dan diklat ini tidak hanya di ikuti oleh kepala sekolah dan guru kelas,melainkan juga di ikuti oleh guru mata pelajaran seperti guru agama dan guru olahraga. ada perbedaan cara pandang atau belum memahami secara utuh konsep kurikulum berbasis kompetensi yang menjadi dasar Kurikulum 2013. Secara falsafati, pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta, beserta segenap isi dan peradabannya.

Dalam UU Sisdiknas, menjadi bermanfaat itu dirumuskan dalam indikator strategis, seperti beriman-bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam memenuhi kebutuhan kompetensi abad ke-21, UU Sisdiknas juga memberikan arahan yang jelas bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Di dalamnya terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi orang beriman dan bertakwa, berilmu, dan seterusnya.
Mengingat pendidikan idealnya proses sepanjang hayat, maka lulusan atau keluaran dari suatu proses pendidikan tertentu harus dipastikan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikannya secara mandiri sehingga esensi tujuan pendidikan tercapai.

Factor pendukung implementasi kurikulum 2013 meliputi buku pedoman yang diberikan ketika sosialisasi kurikulum 2013,arahan dari pengawas kec pasar kota jambi.fasilitas sekolah terutama , dengan adanya factor pendukung tersebut guru-guru memanfaatkan dengan cara buku pedoman untuk menyusun berbagai adminitrasi kurikulum,memanfaatkan fasilitas sekolah semaksimal mungkin untuk  menunjang pembelajaran,mengikuti setiap sosialisasi atau diklat yang di adakan oleh pihak sekolah yang bersangkutan .
Orang tua peserta didik yang sangat berperan aktif salah satu pendukung dalam implementasi kurikulum 2013.karena orang tua peserta didik memberikan dukungan dengan mengawasi danmembantu anak belajar di rumah serta orang tua mendukung adanya kurikulum 2013 karena dalam hal ini bisa memudahkan anak dalam proses belajar

Ada bebrapa factor atau problematika yang terjadi di sekolah SD Negeri 06/IV kec pasar kota jambi dalam menjalankan proses pembeljaran dengan menggunakan kurikulum 2013 ini :
1.      Terlalu banyak adminitrasi yang harus di selesaikan sehingga proses pembelajaran menjadi tidak efektif.
2.      Masih adanya peserta didik yang belum bisa membaca ,membedakan huruf dan angka untuk kelas 1 .
3.      Materi pembelajaran terlalu banyak dan harus di selesaikan dengan target satu tema satu  bulan
4.      Keterlambatan pendistribusian buku siswa dan buku guru sehingga menghambat proses pembelajaran .
5.      Dan ada sebagian guru yang tidak mau menjalankan pembelajaran  k13 dan masih tetap menerapakan pembelajaran KTSP dengan alasan,belum memahami proses pembelajaran k13,padahal sudah mengikuti diklat k13 atau sosialisasi yang di adakan oleh pihak LPMP.

Evaluasi dalam implementasi kurikulum 2013 di perlukan oleh pihak sekolah supaya pemerintah mengetahui kendala yang di alami oleh guru dan kepala seolah dalam melaksanakan kurikulum,karena dari masing-masing sekolah kendala yang di hadapi pasti berbeda-beda sehingga implementasi kurikulum 2013 ini pihak LPMP mendatangi sekolah unutk melakukan monitoring secara langsung terhadap terhadap implementasikurikulum 2013 ini .

Demikian blog saya mengenai implementasi kurikulum 2013 dan ada  beberapa problematika yang terjadi di sekolah SD Negeri 06/IV kec.pasar kota jambi,mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan.mohon kritik maupun saran untuk membantu memecahkan probelmatika yang terjadi di sekolah tempat saya mengajar .
Terima kasih telah mebaca dan berkomentar,semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua selaku sebagai seorang tenaga pendidik …
   


50 komentar:

  1. Bagaimana cara anda sebagai guru mengatasi problematika kurikulum 2013 yg terjadi saat proses pembelajaran berlangsung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. trima ksih ibu yosa atas prtanyaanny,mungkin ini agak sulit untuk saya menjelaskannya karena problematika itu trjadi di skolah di mana tempt sya mengajar ,baik lah mngkin sya akan coba mnjawab sebatas pngetahuan sya dr beberpa problematika di atas dpt di simpulkan kita selaku tenaga pendidik sebagai motivasi atau motivator untuk melakukan perubahan dan meningkatkan kinerja dlam proses pembelajaran,harus sdar akan perubahan yg trjadi,harus mmpu dan memahami srta melaksanakan pembeljaran k13 ini dengan menambah ilmu dan wawasan kita agar bisa mnjadi guru yg profesional dan kompeten dalam mengambil kebijakan serta trampil,aktif dan kreatif dlam memecahkan msalah yg trjadi di lingkungan skolah kita agar tujuan pmbelajaran bisa tecapai dan terarah sebagaimana mestinya

      Hapus
  2. saya tertarik dengan penjelasan ibu susi mengenai kendala yg ke5 yaitu "sebagian guru yang tidak mau menjalankan pembelajaran k13 dan masih tetap menerapakan pembelajaran KTSP dengan alasan belum memahami proses pembelajaran k13,padahal sudah mengikuti diklat k13 atau sosialisasi yang di adakan oleh pihak LPMP" kita tak bisa menyalahkan siapa2. tapi adakah usaha dari pngawas, kepala sekolah maupun guru seperjuangan disna mengenai msalah ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. trima ksih ibu diva,memang benar kita tidak bisa menyalahkan siapa2 dlam hal ini,dan dari problematika yg terakhir menjadi kendala dan persoalan yg pling utama yg trjadi di sekolah saya,kalau di tnya adakah tindak lanjut dari pengawas ,kpala skolah atau pihak yg trlibat di dalam nya,dan barang tentu sdh ada bberpa kali dilakukan sosialisasi serta diklat k13 untuk membantu memberikan pemahaman kpda guru yg msih ttap mggunakan pembeljaran dengan metode lama dan kita pun selaku teman sejawat tidak bosan2 nya memberikan arahan dan pemahaman serta membantu dan sling bkerja sma agar guru trsebut bisa menerima akan perubahan k13 ini dan mau melakukan metode pmbeljaran berdsarkan yg telah di tetapkan oleh pemerintah yaitu kurikulum 2013,semoga dengan berjalannya waktu guru trsebut sadar dan memahami kewajiban sebagai tenaga pendidik agar proses yg di terapkan bisa berjalan sesuai dengan yg kita harapkan.. trima ksih...

      Hapus
  3. Benar sekali buk susi meteri pembelajaran terlalu banyak menjadi salah satu kendala kita dalam melaksanakan proses pembelajaran 2013. Apalagi setelah revisi yg baru untuk kelas 5 matematika sudah dipisahkan binggung untuk menentukan waktu untuk pembelajaran matematika karna dalam pembelajaran satu hari sudah terdapat 3 muatan pembel. Bagaimana menurut buk susi cara mengatasi permasalahan ini..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya tidak ada yg prlu di bingungkan selaku kita tenaga pendidik krna dr segi materi, dlam pelaksanaannya dlam pembelajaran guru hanya berpedoman pada buku guru,krn di situ lengkap dengan langkah materi pembeljaran trsebut..

      Hapus
  4. Persoalan pda no 4 sebaiknya guru lebih aktif menjadi bhan ajar melalui media sambil menunggu pendistribusian buku.guru hebat bisa mencari solusi terhadp kekurangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali ibu rosmidar dengan keterlambatan pendistribusian buku guru di tuntut tidak hanya cerdas dalam mengambil kebijakan tapi juga adaptip dlam perubahan kurikulum 2013 ini,dan ketergesa-gesaan penerapan menyebabkan ketidaksiapan penulisan ,pencetakan dan peredaran buku,sehingga menyebabkan berbagai permasalahan distribusian sekolah akibat keterlambatan dan ketiadaan buku trsebut..

      Hapus
  5. Menarik dan penuh dengan tanda tanya. padahal pemerintah telah semaksimal mungkin agar k13 ini bisa diterapkan sepenuhnya disekolah2. Nah yg jadi pertanyaannya Kenapa guru setelah diberikan pelatihan tentang k13 guru belum mampu untuk menerapkan k13 ini dengan baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak alasan yg di kemukakan oleh slah satu guru yg masih menggunakan metode lama dan penerapan KTSP dalam proses pembelajarannya,ada yg beralasan 2 bulan lg mau pensiun ,ad juga yg beralasan ibu sudah 30 thun mengajar,jd apapun kurikulum yg di terpakan pmerintah ,ibu ttap memberikan pembeljaran dgn cra ibu sendiri,yg penting ank trsebut bisa paham dan mngerti akan penjelasan yg ibu sampaikan,nah itu lah kendala yg trjadi di skolah sya,smoga dengan adanya kendala ini menjadi pembelajaran untuk kita semua selaku tenaga pendidik dan harus sadar akan hak dan kewajiban kita agar peraturan yg tlah di terapkan pmerintah busa spenuhnya berjalan sesuai dengan yg kita harapkan..

      Hapus
  6. ass, langkah apa yang sebaiknya dilakukan agar permasalahan diatas dapat di minimalisir, dan upaya apa yang dilakukan penulis selaku teman sejawat yang melaksanakan kurikulum 2013 agar dapat memotivasi rekan sesama guru agar lebih baik dalam menjalankan kurikulum 2013

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bisa diatasi dengan cara guru memberikan tugas kepada peserta didik apabila pada saat mengajar guru tidak bisa menyelesaikan satu pembelajaran. Guru juga meminta tolong kepada orang tua peserta didik untuk membantu dan mengawasi anaknya dalam belajar dan membantu anaknya memahami pelajaran yang sekiranya mereka belum paham. Ketika mendapatkan masalah dalam implementasi kurikulum, guru meminta bantuan kepada kepala sekolah supaya bisa menemukan solusi bersama-sama.
      itu menurut saya pak Abdul Malik

      Hapus
    2. selain hanya memberikan pemahaman serta bekerja sama dengan org tua murid,guru jg bkerja sama dengan pihak sekolah dan pihak2 yg terlibat di dalamnya,serta memberikan dorongan penuh selaku teman sejawab untuk bisa dan terus sama2 bljar ,karena setiap sesuatu hal yg baru pasti memiliki hambatan namun dengan adanya perubahan kurikulum 2013 ini semoga bisa menjadi langkah maju dari pemerintah indonesia untuk menciptakan generasi yg lebih baik dan berkualitas..

      Hapus
  7. Jalin kerjasama dengan orang tua siswa dalam menanggulangi hambatan pelaksanaan kurikulum 2013 yang menyangkut masalah siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, memang benar skali pak krna dlam proses pembeljaran kurikulum 2013 ini selain kita bkerja sm dgn kepala skolah,pngawas atau pihak yg terlibat kita juga harus prlu pendekatan dan memberi pemahaman kpada wali murid agar mreka bisa membantu dan mengawasi pserta didik dlam proses pembeljrannya..

      Hapus
  8. Memang setiap kurikulum pastinya akan memiliki kendala dlm pelaksanaannya , tinggal bagaimana kita mau terus belajar untuk meminimalisir kendala tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali pak rezi setiap perubahan kurikulum pasti memiliki dampak positif maupun negatif ny,nah trgantung kita selaku tenaga pendidik bagaimana mnyikapi stiap problematika yg ada,dan yg paling penting kembali lg kpada ksiapan guru trhadapap perubhan yg tlah di atur oleh pemerintah,krena jika blum ada ksiapan dan pemahaman dari guru itu sendiri untuk menerima kurikulum 2013 ini pasti akan ada saja keluhan-keluhan yg trjadi....

      Hapus
  9. bagaimana buku menjadi faktor pendukung dari kurikulum 2013 sementara pendistribusian buku kesekolah-sekolah tidak sesuai dengan waktu yang diharapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali pak syaiful selain dari keterlambatan pendistribusian buku menghambat dlam proses pembeljaran serta ada ketidaksiapan guru menerapakn metode pembelajran pada k13 yg mnyebabkan beban juga tertumpu pada siswa sehingga mengahabiskan waktu siswa di sekolah maupun di luar sekolah...

      Hapus
  10. Setiap perubahan pada kurikulum selalu mengalami pro dan kontra dalam pelaksanaannya,banyaknya msalah yang dijumpai pada dsarnya adalah karena kurangnya pembekalan dan pelatihan bagi sekolah pelaksana kurikulum tersebut,namun dengan niat dan kemauan yang kuat untuk selalu belajar tentunya masalah itu akan dapat diatasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memanf benar ibu maryani dengan niat dan kemauan yang kuat untuk selalu belajar tentunya masalah itu akan dapt di atasi..

      Hapus
  11. Masih mengenai kurikulum, saya sudah membaca tulisan bu susi di artikel sebelumnya,Bahwasahnya saya (pribadi tidak setuju dengan sistem pengajaran di Kurikulum K13. Di tambah lagi dengan penjabaran cikgu pada artikel di atas di problematika di SD tempat ibu mengajar mengenai K13.
    Lalu bukan kah orang tua juga berperan aktif untuk membantu anak untuk belajar di rumah, mengulang kembali untuk mengajar kan membaca atau berhitung,sedangkan kepala sekolah , para majelis guru saja tidak terlalu memahami K13 itu sistemnya seperti apa, apalagi wali murid yang sama sekali tidak perna mengikuti pelatihan apapun tentang K13?? Sehingga apa yang terjadi? Para guru mengajar seadanya yang beliau bisa. Wali murid dirumah juga kurang memahami. Sehingga dampak negatif pada anak menjadi malas-malasan karena terlalu banyak materi pelajaran, terlalu susah soal2, dan di tambah waktu belajar yang tidak efektif dan tidak efisien. Anak-anak jadi menjadi bodoh karena tidak bisa membaca di tambah lagi di zaman sekarang. Dimana gedget lebih menggiurkan dari pada perpustakaan atau buku pelajaran.
    Sekian terima kasih

    NB untuk cikgu : perbaiki cara penulisan artikelnya mengenai hurup awal, tanda baca titik, koma dan sebagainya. Sehingga pembaca lebih bersemangat untuk membaca artikel yang sangat bermanfaat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengenai permasalahan yg trjadi di SD Negeri 06 kec pasar kota jambi ,itu lah yg yg menjadi kendala besar yg km hadapin selaku tenaga pendidik,sbenarnya tidak ada yg di katakan ank bodoh,bahwasanya anak itu semua nya memiliki potensi yg berbeda,,

      Hapus
  12. Untuk persoalan point 5,seharusnya guru tidak boleh bertindak demikian,mau tidak mau,suka atau tidak suka,kita sdh memilih profesi menjadi guru,segala sesuatu yg telah ditetapkan pemerintah harus dilaksanakan,kepala sekolab selaku menejer harus mengambil tindakan tegas menghadapi guru yg seperti itu,ktn akan berimbas pada guru yg lain nantinya,jika ada satu dua org guru yg menolak,dan dibiarkan saja,maka bisa saja guru yg lain melakukan hal yg sama

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali ibu rika kita selaku pendidik harus siap dan mampu mau di mn arah pendidikan kita,dan dlam hal ini juga guru harus berupaya meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam melihatkan prestasi nya agar kurikulum 2013 ini dapat secara signifikan meningkatkan mutu pendidikan,bkannya ttap pda pembeljaran dengan metode lama,semoga dengan adanya kendala trsebut bisa segera di atasi dan guru trsebut pun mau tidak mau dan suka tidak suka kembali lg kepada profesi dan kewajiban kita atas tnggung jwab kita sebagai tenaga pendidik..

      Hapus
  13. Hampir semua sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013. Apakah semua sekolah dapat menjalanlankannya dengan baik??

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu di setiap sekolah mempunyai kendala dan problematika msing-masing,barangkali dlam proses menjalankan perubahan kurikulum 2013 ini msih bnyak sekali kendala yg di hadapi mgkin blum spenuhnya bisa terlaksana dgn baik,,tp setidaknya guru sdh berusaha menerapakn pembejaran sesuai dengan pembekalan sperti sosialisasi dan diklat k13 itu sendiri..

      Hapus
  14. Memang dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ditemukan beberapa kendala seperti yang ditulis, bila tidak ada kemauan untuk mengatasi nya tentunya kurikulum tidak akan jalan solusi untuk mengatasi masalah tersebut sebaiknya pada guru, guru tidak mau melaksanakan dan merasa banyaknya administrasi yang harus dilakukan ini disebabkan guru tidak memahami secara utuh kurikulum itu sendiri untuk itu perlu pemahaman bagi guru melalui pelatihan dan pendampingan agar pelaksanaan kurikulum berjalan sebagaimana diharapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali pak kohari memang benar adanya bagaimana proses pembeljaran bisa brjalan dgn yg kita harapkan jika ad slah satu guru msih acuh tak acuh dengan perubahan kurikulum 2013 ini,semoga dengan pemahaman di atas bisa menjadi pembelajaran untuk itu kita selaku tenaga pendidik agar bisa membantu dan memberikan pemahaman agar tujuan trsebut bisa sesuai dengan yang kita hrapkan..

      Hapus
  15. Sesuatu yg baru tidak lah mudah diterapkan, karena kita sudah terbiasa dengan yang lama. Begitu juga dengan kurikulum.nah merubah mindset inilah yg agak susah karena alasan yg beragam. Solusi apa yg bisa anda tawarkan sehingga K13 dapat berjalan sesuai harapan semua pihak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbicara mindset menurut saya harus berawal dari diri seorang pendidik itu sendiri. Ability (kemampuan)and Willingnes. Guru harus siap dan memahami fungsi dan perannya sebagai fasilitator dan mediator dalam pendidikan yang menciptakan insan cerdas, menumbuhkan akhlak mulia dan mampu bersaing di zaman yang penuh dengan tuntutan perubahan. krena stiap prubahn yg trjadi perlu proses agar pengembangan trsebut bisa terarah..

      Hapus
  16. Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini memang merupakan suatu langkah maju dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berkualitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih ibu suci atas tanggapannya ,krena menjadi suatu langkah maju dari pemerintahan indonesia untuk menciptakan generasi yg lebih baik dan berkualitass..

      Hapus
  17. Memang banyak faktor penghambat seperti keterlambatan buku dan banyaknya materi namun yang lebih mendasar adalah kesadaran guru agar lebih proaktif,kreatif,inovatif dan sadar akan tupoksinya pastilah akan mendukung keberhasilan K13 ..., lalu bagaimana menurut Anda cara menyiapkan guru agar mampu dan mau melaksanakan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. agar guru bisa menyiapkan dirinya dengan mengikuti pelatihan diklat atau sosialisasi yg di adakan pihak yg terlibat dan mmberikan pemahaman agar guru bisa melaksankan tugas dan kewajibannya sesuai dengan ap yg di harapkan..

      Hapus
  18. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan hanya itu saja pak guru pun ke depannya di tuntut tidak hanya cerdas dan memiliki pemahaman serta pengetahuan yg luas tp juga adaptif trhdap setiap perubahan kurikulum 2013 ini,mau tidak mau dan suka tidk suk kita hrus mnjalalankn yg telah di tetapkan pemerintah dan kita harus sdar akan profesi kita selaku guru .

      Hapus
  19. Kurikulum 2013 sudah mulai banyak sekolah yg munggunakannya, tetapi masih ada cara guru mengajar menggunakan metode yg lama...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar sekali pak amat riduan, memang benar di lapangan msih ada terjadi kendala yg demikian dan ini menjadi problematika yg pling penting untuk kita bhas sma2,krena smua butuh proses dan wktu bagi slah stu guru yg msih menggunakan metode lama ,pdahal sdh d terapkan pembelajaran k13,slah stu kendala ny mgkin dengan guru yg sudah memasuki masa pensiun tentu akan mendapat kesulitan karena faktor usia dsb. dan mudah2.an dengan usha keras dr semua pihak yg terlibat di dalamnya dpat terealisasi dengan baik,,

      Hapus
  20. Kurikulum 2013 jgola sebagai pengamat dalam proses pembelajaran,, artinya apapun model kurikulum yg d terapkan, sebagai tenaga pendidik kita harus siap

    BalasHapus
    Balasan
    1. kembali lg kpda guru nya akan sadar dan mau menerima perubahan yg trjadi,harus siap dlam mnjalankan proses nya..

      Hapus
  21. Dalam pelaksanaan K13 ada 5 aspek penting yg harus diperhatikan. Bagaimana cara mengoptimalkan 5 aspek tersebut ?

    BalasHapus
  22. Kurikulum 2013 saat ini memang wadah untuk meningkatkan mutu pendidikan, namun dalam meningkatkan mutu pendidikan bukan hanya dilihat dari kurikulumnya saja melainkan peran kepala sekolah dan para pengajar secara signifikan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik ibu,sebenarnya semua pihak yg terlibat menjadi wewenang dan sngat berperan penting dlam permasalahn problematika yg trjadi di sekolah2……

      Hapus
  23. Dalam penerapan k13 semua permasalahan yang muncul akan lebih baiknya di selesaikan bersamasama antara guru kepala sekolah dan pemerintah harus sejalan dalam penerapan k13

    BalasHapus
    Balasan
    1. smoga dgn adanya problematika di atas,kita selaku tenaga pendidik bisa memahami dan bisa menjalankan penerapan dlm proses pembelajaran yg tlah di atur oleh pemerintah dan bisa terealisasi dgn baik dan terarah..

      Hapus
  24. Solusi apa yg saudari lakukan utk menghadapi guru yg tdk mau menjalankan K13

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetap memberikan pemahaman kpda guru tersebut dan sebaiknya guru itu juga harus sdar akan tggung jawabnya selayaknya sebagai tenaga pendidik,dan mengikuti sosialisasi atau diklat KKG dll..

      Hapus
  25. Memang di rasa sulit di lakukan karena k13 di pandang baru oleh guru karena sifatnya baru pemahaman terhadap k13 pun Dapat di terapkan di sekolah yg di survey perlu peningkatan pemahaman bagi guru dan kepala sekolah melalui kegiatan terprogram satu di antaranya kkg dan perlu latihan yg serius karena penilaian memang membutuhkan kejelian dan ketelatenan guru agar pelaksanaan k13 berjalan seperti yg di harapkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali pak firman,inti nya mau apapun itu perubahan kurikulumnya tergantung kepada tenaga pendidik,mau tidak mau,atau suka tidak suka guru ttap menjalankan dan menerapakn pembelajran yg tlah di atur oleh pemerintah agar bsa kurikulum ini terarah ..

      Hapus

SURVEY EVALUASI KURIKULUM

SURVEY EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN  (KTSP) SD NEGERI 06/IV KEC.PASAR   KOTA JAMBI       Sekolah dasar negeri 06/...