Kamis, 09 November 2017

SURVEY EVALUASI KURIKULUM

SURVEY EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 
(KTSP) SD NEGERI 06/IV
KEC.PASAR  
KOTA JAMBI

      Sekolah dasar negeri 06/IV kec.pasar kota jambi menggunakan dua kurikulum dalam pelaksanaan pembelajaran pada tahun pelajaran 2006/2017,kelas 1 dan kelas IV menggunakan kurikulum  2013, sedangkan untuk kelas II,III,V dan VI masih menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) .

A.  Pengertian kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

        Menurut  suryo subroto, (2010:32-33) kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang di berikan oleh sekolah kepada peserta didiknya,baik yang di lakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah .
     BNSP (2006:7) menyatakan bahwa kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang di susun oleh dan di laksanakan di satuan masing-masing satuan pendidikan.

      Salah satu perubahan yang menonjol pada KTSP di banding dengan kurikulum sebelumnya adalah KTSP bersifat desentralisitik artinya segala tata aturan yang di cantumkan dalam kurikulum yang sebelumnya di rancang dan di tetapkan oleh pemerintah pusat,dalam KTSP sebagian tata aturan dalam kurikulum diserahkan untuk di kembangkan dan di putuskan oleh pihak di daerah atau sekolah.meski terdapat kebebasan untuk melakukan pengembangan kurikulum harus mengacu pada standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan oleh badan nasional pendidikan (BNSP). 
 
B. Tujuan Evaluasi Kurikulum

     Kurikulum perlu di evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilannya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di SD Negeri 06/IV kec.pasar kota jambi.
secara umum tujuan di terapkannya KTSP adalah untuk memandririkan, memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.
secara khusus tujuan di terapkannya KTSP adalah :
  • Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum,mengola dan memberdyakan sumber daya yang tgersedia.
  • Meningkatkan kepedulian warga sekolah   dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputrusan bersama .KTSP menuntut keterlibatan masyarakat secara penuh.
  • meningkatkan kompetensi yang sehat agar antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan di capai.melalui KTSP di harapkan setiap sekolah atau satuan pendidikan akanberlomba-lomba dalammenyusun program kurikulum,sekaligus berlomba dalam mengimplementasikannya .dengan demikian di harapkan,akan tercipta persaingan antar sekolah menuju pencapaian kualitas pendidikan .

C. Metode atau strategi dalam mengajar

      Penerapan metode ini di tandai dengan penyajian materi pelajaran yang di lakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung kepada siswa .informasi lisan yang di sampaikan oleh guru mendominasi proses belajar mengajar,sedangkan siswa cenderung hanya menjadi komunikan (penirima informasi) ,oleh karena itu guru senantiasa di tuntut untuk aktif dan penguasaan materi dengan baik.  
      Guru dalam mengajar telah menerapkan metode atau strategi yang bervariasi seperti diskusi,tanya jawab, observasi serta penugasan. pemilihan metode pembelajaran di sesuaikan dengan kompetesi atau materi yang harus di kuasai siswa dalam waktu yang tersedia .
   Guru berusaha menerapkan pembelajaran aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan (PAIKEM).

 D. Komponen atau Isi Materi

      Dalam pelaksanaan pembelajaran guru memahami materi ajar secara keseluruhan, seandainya trbentur ada materi yang kurang di pahami dan masih bingung dalam menyampaikan kepada pesarta didik ,guru berkolaborasi dan berdiskusi dengan teman sejawat untuk memecahkan masalah dan mencari solusi alternative,kemudian di sekolah juga seringmengadakan KKG mini untuk memecahkan masalah yang di hadapi guru dalam penyampaian materi dan informasi .
    
 E. Evaluasi Penilaian 

     Komponen yang ke empat yang harus di jadikan sasaran penilaian terhadap kurikulum sebagai salah suatu program adalah evaluasi terhadap program penilaian .
Evaluasi yang dirumuskan bukanlah evaluasi yang ada sekedar untuk melihat keberhasilan siswa saja yang kemudian di namakan evaluasi belajar,akan tetapi juga perlu di uji evaluasi yang dapat menguji keberhasilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran .kedua.evaluasi hasil  belajar dapat mengukur sejauh mana siswa dapat mencapai target kurikulum yang kemudian memiliki arti untuk melihat kedudukan siswa dalam kelompoknya, sedangkan melalui evaluasi proses dapat dijadikan umpan balik bagi guru dalam menentukan keberhasilan kinerjanya sehingga guru dapat memperbaiki kelemahannya dalam mengajar.


     Demikian blog saya mengenai survey evaluasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SD Negeri 06/IV kec. pasar kota jambi ,mengacu kepada pengertian KTSP,Tujuan,Komponen / Isi Materi,Strategi dalam mengajar serta evaluasi dalam penilaian.

    Semoga bisa menambah wawasan kita selaku pihak yang terlibat didalam nya ,mungkin masih banyak kekurangan dalam pembahasan yang telah dipaparkan di atas mohon kritik maupun saran untuk membantu menyempurnakan pembahasan materi di atas .semoga bermanfaat untuk kita semua selaku tenaga pendidik ....
     
   






Senin, 30 Oktober 2017

IMPLEMENTASI KURIKULUM



IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
DI SD NEGERI 06/IV
KEC.PASAR KOTA JAMBI

Ini sangat penting untuk diketahui oleh semua guru terutama bagi guru yang sekolahnya melaksanakan Kurikulum 2013.karena saya baru menjalankan dan melaksanakan menjadi seorang tenaga pendidik selam 2 tahun dan ini menjadi tahun pertama di terapkan kurikulum 2013 untuk kelas II dan kelas V di SD Negeri 06/IV kec.pasar kota jambi,di mana tahun sebelumnya sudah menerapkan dan menjalankan kurikulum 2013 untuk kelas 1 dan IV.

Dalam implementasi kurikulum 2013 perlu di lakukan sosialisasi terhadap guru-guru dan wali murid,selain itu juga guru-guru dan kepala sekolah juga mengikuti diklat yang di adakan pemerintah untuk mensukseskan implementasi kurikulum 2013.dan diklat ini tidak hanya di ikuti oleh kepala sekolah dan guru kelas,melainkan juga di ikuti oleh guru mata pelajaran seperti guru agama dan guru olahraga. ada perbedaan cara pandang atau belum memahami secara utuh konsep kurikulum berbasis kompetensi yang menjadi dasar Kurikulum 2013. Secara falsafati, pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta, beserta segenap isi dan peradabannya.

Dalam UU Sisdiknas, menjadi bermanfaat itu dirumuskan dalam indikator strategis, seperti beriman-bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam memenuhi kebutuhan kompetensi abad ke-21, UU Sisdiknas juga memberikan arahan yang jelas bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Di dalamnya terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi orang beriman dan bertakwa, berilmu, dan seterusnya.
Mengingat pendidikan idealnya proses sepanjang hayat, maka lulusan atau keluaran dari suatu proses pendidikan tertentu harus dipastikan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikannya secara mandiri sehingga esensi tujuan pendidikan tercapai.

Factor pendukung implementasi kurikulum 2013 meliputi buku pedoman yang diberikan ketika sosialisasi kurikulum 2013,arahan dari pengawas kec pasar kota jambi.fasilitas sekolah terutama , dengan adanya factor pendukung tersebut guru-guru memanfaatkan dengan cara buku pedoman untuk menyusun berbagai adminitrasi kurikulum,memanfaatkan fasilitas sekolah semaksimal mungkin untuk  menunjang pembelajaran,mengikuti setiap sosialisasi atau diklat yang di adakan oleh pihak sekolah yang bersangkutan .
Orang tua peserta didik yang sangat berperan aktif salah satu pendukung dalam implementasi kurikulum 2013.karena orang tua peserta didik memberikan dukungan dengan mengawasi danmembantu anak belajar di rumah serta orang tua mendukung adanya kurikulum 2013 karena dalam hal ini bisa memudahkan anak dalam proses belajar

Ada bebrapa factor atau problematika yang terjadi di sekolah SD Negeri 06/IV kec pasar kota jambi dalam menjalankan proses pembeljaran dengan menggunakan kurikulum 2013 ini :
1.      Terlalu banyak adminitrasi yang harus di selesaikan sehingga proses pembelajaran menjadi tidak efektif.
2.      Masih adanya peserta didik yang belum bisa membaca ,membedakan huruf dan angka untuk kelas 1 .
3.      Materi pembelajaran terlalu banyak dan harus di selesaikan dengan target satu tema satu  bulan
4.      Keterlambatan pendistribusian buku siswa dan buku guru sehingga menghambat proses pembelajaran .
5.      Dan ada sebagian guru yang tidak mau menjalankan pembelajaran  k13 dan masih tetap menerapakan pembelajaran KTSP dengan alasan,belum memahami proses pembelajaran k13,padahal sudah mengikuti diklat k13 atau sosialisasi yang di adakan oleh pihak LPMP.

Evaluasi dalam implementasi kurikulum 2013 di perlukan oleh pihak sekolah supaya pemerintah mengetahui kendala yang di alami oleh guru dan kepala seolah dalam melaksanakan kurikulum,karena dari masing-masing sekolah kendala yang di hadapi pasti berbeda-beda sehingga implementasi kurikulum 2013 ini pihak LPMP mendatangi sekolah unutk melakukan monitoring secara langsung terhadap terhadap implementasikurikulum 2013 ini .

Demikian blog saya mengenai implementasi kurikulum 2013 dan ada  beberapa problematika yang terjadi di sekolah SD Negeri 06/IV kec.pasar kota jambi,mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan.mohon kritik maupun saran untuk membantu memecahkan probelmatika yang terjadi di sekolah tempat saya mengajar .
Terima kasih telah mebaca dan berkomentar,semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua selaku sebagai seorang tenaga pendidik …
   


Kamis, 26 Oktober 2017

A. KOMPONEN KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.  Komponen Tujuan 
    Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam sekala macro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau system nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. 
Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur,yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi 4, yaitu : 
a. Tujuan Pendidikan Nasional ( TPN) 
b. Tujuan Institusional ( TI ) 
c. Tujuan Kurikuler ( TK ) 
d. Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran ( TP ) 
    Tujuan Pendidikan Nasional adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan. Tujuan pendidikan umum biasanya dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh pemerintah dalam bentuk undan-undang. Secara jelas tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari system nilai pancasila dirumuskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehudupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 
    Tujuan Institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setip lembaga pendidikan. Tujuan institusional merupan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, misalnya standar kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jejnjang pendidikan tinggi. 
    Tujuan Kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang setudi atau mata pelajaran. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Dengan demikian, setiap tujuan kurikuler harus dpat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional. 
    Tujuan Pembelajaran yang merupakn bagian dari tujuan kurikuler,dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi lapangan, termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan pembelajaran disuatu sekolah, maka menjabarkan tujuan pembelajaran adalah tugas guru. 
Menurut Bloom, dalam bukunya yang berjudul Taxonomy of Educational Objectives yang terbit pada tahun 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam 3 klasifikasi atau 3 domain ( bidang ), yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotor. 
2. Komponen Isi /Materi Pelajaran 
    Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau mteri pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mta pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. 
    Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut.
3. Komponen Metode/Strategi 
    Strategi dan metode merupakan komponenketiga dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Begitu pula dengan pendapat T. Rakjoni yang mengartikan strategi pembelajaran sebagai pla dan urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan 
Dari dua pengertian diatas ada dua hal yang pelu diamati, yaitu: Proses : yang dievaluasi ialah metode dan proses dalam pelaksanaan kurikulum. Tujuannya ialah untuk mengetahui metode dan proses yang digunakan dalam implementasi kurikulum. Metode apakah yang digunakan? Apakah tepat penggunaannya? Apakah berhasil baik atau tidak? Kesulitan apa yang dihadapi? 
Produk : yang dievaluasi ialah hasil-hasil yang nyata, yang dapat dilihat dari silabus, satuan pelajaran dan alat-alat pelajaran yang dihasilkan oleh guru dan hasil-hasil siswaberupa hasil test, karangan, termasuk tesis, makalah, dan sebagainya. 
Dimensi III 
Operasi : disini dievaluasi keseluruhan proses pengembangan kurikulum termasuk perencanaan , disain, implementasi, administrasi, pengawasan, pemantauan dan penilaiannya. Juga biaya, staf pengajar, penerimaan siswa,pendeknya seluruh operasi lembaga pendidikan itu 
Hasil belajar siswa : disini yang dievaluasi ialah hasil belajar siswa berkenaan dengan kurikulum yang harus dicapai, dinilai berdasarkan standar yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan determinan kurikulum, misi lembaga pendidikan serta tuntutan dari pihak konsumen luar 
Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir ( Olivia, 1988 ). Proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Fungsi evaluasi menurut Scriven ( 1967 ) adalah evaluasi sebagai fingsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi formatif.     Evaluasi sebagai alat untuk meliahat keberhasilan pencpaian tujuan dapt dikelompokan kedalam du jenis, yaitu tes dan non tes. 
1) Tes 
Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau tingkat penguasai materi pmbelajaran. Hasil tes biasanya diolah secara kuantitatif. Proses pelaksanaan tes hasil belajar dilakukan setelah berakhir pembahasan satu pokok bahasan, atau setelah selesai satu caturwulan atau satu semester. 
2) non tes
Non tes adalah alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi. Ada beberapa jenis non tes sebagai alat evaluasi, diantaranya wawancara, observasi, studi kasus, dan skala penilaian. Dibagi menjadi bservasi, wawancara, studi kasus, skala penilaian. 

Daftar Rujukan

Haryono,  r. Y.  2015. Implementasi kurikulum 2013 
Dalam pembelajaran bahasa indonesia       
Di smpn 4 kalasan. Skripsi.  Fakultas bahasa dan seni : Universitas Negeri         Yogyakarta.
Saputro,A. 2015. 
Komponen-komponen pengembangan kurikulum 2013. (Online), ( repo.iain-tulungagung.ac.id) di akses 26 oktober 2017

Senin, 16 Oktober 2017

Konsep Dasar Perkembangan Kurikulum

A.Pengertian Kurikulum

Secara etimologis, kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latin curerer yaitu pelari, dan curere yang artinya tempat berlari. Pada awalnya kurikulum adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. Kemudian pengertian kurikulum tersebut digunakan dalam dunia pendidikan, dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan.
Berikut ini beberapa pengertian kurikulum yang dikemukakan oleh para ahli:
·       Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968)
Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
·       Pengertian Kurikulum Menurut Inlow (1966)
Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
·       Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans (1967)
kurikulum adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak sekolah.
·       Pengertian Kurikulum Menurut Beauchamp (1968)
Kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
·       Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973)
Kurikulum adalah kumpulan kursus ataupun urutan pelajaran yang sistematik.
·       Pengertian Kurikulum Menurut UU No. 20 Tahun 2003
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

B. Pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan, dan tematik-integratif, menambah jam pelajaran dan bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
·        Kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013.

  •       Kelebihan Kurikulum 2013 yaitu:
  1. Lebih menekankan pada pendidikan karakter. Selain kreatif dan inovatif, pendidikan karakter juga penting yang nantinya terintegrasi menjadi satu. Misalnya, pendidikan budi pekerti luhur dan karakter harus diintegrasikan kesemua program studi.
  2. Asumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada perbedaan antara anak desa atau kota. Seringkali anak di desa cenderung tidak diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka.
  3. Merangsang pendidikan siswa dari awal, misalnya melalui jenjang pendidikan anak usia dini.
  4. Kesiapan terletak pada guru. Guru juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus.

  • Kelemahan Kurikulum 2013 yaitu:

  1. Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangankurikulum 2013.
  2. Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.
  3. Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia  untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat, karena rumpun ilmu pelajaran-pelajaran tersebut berbeda.

Tanggal Akses : 16/10/2017 Pukul 16:17 WIB

SURVEY EVALUASI KURIKULUM

SURVEY EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN  (KTSP) SD NEGERI 06/IV KEC.PASAR   KOTA JAMBI       Sekolah dasar negeri 06/...