Kamis, 26 Oktober 2017

A. KOMPONEN KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.  Komponen Tujuan 
    Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam sekala macro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau system nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. 
Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur,yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi 4, yaitu : 
a. Tujuan Pendidikan Nasional ( TPN) 
b. Tujuan Institusional ( TI ) 
c. Tujuan Kurikuler ( TK ) 
d. Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran ( TP ) 
    Tujuan Pendidikan Nasional adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan. Tujuan pendidikan umum biasanya dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh pemerintah dalam bentuk undan-undang. Secara jelas tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari system nilai pancasila dirumuskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehudupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 
    Tujuan Institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setip lembaga pendidikan. Tujuan institusional merupan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, misalnya standar kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jejnjang pendidikan tinggi. 
    Tujuan Kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang setudi atau mata pelajaran. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Dengan demikian, setiap tujuan kurikuler harus dpat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional. 
    Tujuan Pembelajaran yang merupakn bagian dari tujuan kurikuler,dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi lapangan, termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan pembelajaran disuatu sekolah, maka menjabarkan tujuan pembelajaran adalah tugas guru. 
Menurut Bloom, dalam bukunya yang berjudul Taxonomy of Educational Objectives yang terbit pada tahun 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam 3 klasifikasi atau 3 domain ( bidang ), yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotor. 
2. Komponen Isi /Materi Pelajaran 
    Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau mteri pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mta pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. 
    Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut.
3. Komponen Metode/Strategi 
    Strategi dan metode merupakan komponenketiga dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Begitu pula dengan pendapat T. Rakjoni yang mengartikan strategi pembelajaran sebagai pla dan urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan 
Dari dua pengertian diatas ada dua hal yang pelu diamati, yaitu: Proses : yang dievaluasi ialah metode dan proses dalam pelaksanaan kurikulum. Tujuannya ialah untuk mengetahui metode dan proses yang digunakan dalam implementasi kurikulum. Metode apakah yang digunakan? Apakah tepat penggunaannya? Apakah berhasil baik atau tidak? Kesulitan apa yang dihadapi? 
Produk : yang dievaluasi ialah hasil-hasil yang nyata, yang dapat dilihat dari silabus, satuan pelajaran dan alat-alat pelajaran yang dihasilkan oleh guru dan hasil-hasil siswaberupa hasil test, karangan, termasuk tesis, makalah, dan sebagainya. 
Dimensi III 
Operasi : disini dievaluasi keseluruhan proses pengembangan kurikulum termasuk perencanaan , disain, implementasi, administrasi, pengawasan, pemantauan dan penilaiannya. Juga biaya, staf pengajar, penerimaan siswa,pendeknya seluruh operasi lembaga pendidikan itu 
Hasil belajar siswa : disini yang dievaluasi ialah hasil belajar siswa berkenaan dengan kurikulum yang harus dicapai, dinilai berdasarkan standar yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan determinan kurikulum, misi lembaga pendidikan serta tuntutan dari pihak konsumen luar 
Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir ( Olivia, 1988 ). Proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Fungsi evaluasi menurut Scriven ( 1967 ) adalah evaluasi sebagai fingsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi formatif.     Evaluasi sebagai alat untuk meliahat keberhasilan pencpaian tujuan dapt dikelompokan kedalam du jenis, yaitu tes dan non tes. 
1) Tes 
Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau tingkat penguasai materi pmbelajaran. Hasil tes biasanya diolah secara kuantitatif. Proses pelaksanaan tes hasil belajar dilakukan setelah berakhir pembahasan satu pokok bahasan, atau setelah selesai satu caturwulan atau satu semester. 
2) non tes
Non tes adalah alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi. Ada beberapa jenis non tes sebagai alat evaluasi, diantaranya wawancara, observasi, studi kasus, dan skala penilaian. Dibagi menjadi bservasi, wawancara, studi kasus, skala penilaian. 

Daftar Rujukan

Haryono,  r. Y.  2015. Implementasi kurikulum 2013 
Dalam pembelajaran bahasa indonesia       
Di smpn 4 kalasan. Skripsi.  Fakultas bahasa dan seni : Universitas Negeri         Yogyakarta.
Saputro,A. 2015. 
Komponen-komponen pengembangan kurikulum 2013. (Online), ( repo.iain-tulungagung.ac.id) di akses 26 oktober 2017

34 komentar:

  1. Evaluasi sebagai alat untuk meliahat keberhasilan pencpaian tujuan diantaranya Tes dan non tes,jadi semua komponen sangat saling berkaitan satu dengan komponen lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali, karena slah satu tujuan dinantaranya berupa tes karena menjadi slah satu alat untuk mengukur tingkat kemamluan siswa dlm aspek kognitif,atau tingkat penguasaan materi pembelajaran..
      dan non tes itu sendiri juga biasa di gunakan untuk menilai aspek tingkah laku, trmsuk sikap minat dan motivasinya...

      Hapus
  2. keberhasilan dari sebuah evaluasi tergantung bagaimana proses awalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika proses awal nya tenaga pendidik memahami perkembangan dan bisa menerapkan kurikulum 2013 dengan baik,insyaallah pembeljaran pun bisa terarah dan bisa mencapai sesuai harapan kita ...

      Hapus
  3. Untuk mencapai tujuan dalam pendidikan maka di buat lah kurikulum. Kurikulum tersebut memiliki komponen- komponen yang meliputi tujuan, isi/materi, kegiatan pembelajaran serta evaluasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali ibu @dian dan juga komponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum.selain meliputi tujuan isi/materi,kegiatan pembelajaran serta evaluasi,komponen itu sendiri juga mempunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum,

      Hapus
  4. Apa maksud dg pernyataan bahwa isi komponen kurikulum mrupakn komponen yg brhubungan dg pngalan blajar yg hrs dimiliki siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena segala sesuatu yg di berikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar baik materi maupun aktifitas belajar itu seluruhnya di arahkan untuk mencapai tujuan yg di tentukan dan menyangkut semua aspek baik yg berhubungan dengan pengetahuan maupun atau materi pelajaran yg biasanya tergambarkan pd isi setiap mata pelajaran yg di berikan maupun aktifitas dan dlam kegiatan siswa itu sendiri..

      Hapus
  5. Semua komponen di dalam kurikulum saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yg lain, dengan kata lain komponen komponen tsb merupakan suatu kesatuan yg utuh sehingga tidak boleh ada yg di hilangkan atau di abaikan dlm pelaksanaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. trima ksih @pak rezi atas tanggapannya, memang benar komponen merupakan bagian yg integral dn fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum.. pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...

      Hapus
  6. komponen kurikulum jika dilakukan dan dilaksanakan dengan baik maka tujuan pendidikan akan tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk itu di harapkan semua pihak yang terlibat,khususnya kita sebagai tenaga pendidik harus mampu memahami konsep dan komponen perkembangan kurikulum dengan baik, agar terlaksanya suatu tujuan yg di capai sesuai dengan yg kita harapkan...

      Hapus
  7. evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan kurikulum. Evealuasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebgai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain evaluasi sebagai alat untuk mengukur atau melihat keberhasilan siswa ,pencapaian tujuan evaluasi pun dpat di kelompokkan menjadi dua jenis yaitu tes dan non tes..

      Hapus
  8. kurikulum sudah sedemikian rupa dibuat utk kelancaran proses pembelajaran yang lebih baik. dilapangan juga harus bisa dijalakan kurikulum sebagaimana semestinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. insyaallah smoga dengan adanya kurikulum sebagai acuan dan pedoman bagi kita sebagai tenaga pendidik selain memahami prkembangan kurikulum ,smoga tenaga pendidik mmpu n sdar akan tggun jawab untuk memberikan pembeljaran yg baik untuk lserta didik nya agar kurikulum dan pelaksanaannya bisa brjlan sesuai dengan yg di harapkan..

      Hapus
  9. Dalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. Evaluasi pelaksanaan dalam sekolah dapat dilaksanakan persemester maupun pertahun ajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan pada dsarnya juga evaluasi diclihat dari hasiil belajar siswa yg berkenaan dengan kurikulum yg harus di capai ,di nilai berdsarkan standar yang telah di tentukan dengan mempertimbangkan determinan kurikulumm,misi lembaga pendidikan serta tuntutan dari pihak konsumen luar

      Hapus
  10. Nah, kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dengan adanya komponen kurikulum ini tenaga pendidiik bisa memahami dan mngerti akan kewajibannya krena berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus di miliki siswa tersebut ...

      Hapus
  11. Kurikulum adalah komponen yg pqling terpenting dlm tujuan pendidikn nasional

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain sebagai salah satu tujuan nasional kurikulum juga merupakan sasaran yg hrus di jadikan pedoman oleh setiap usha pendidikan dan di jelaskan pula bahwa pendidikan nasional berungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ...

      Hapus
  12. Komponen pengembangan kurikulum harus terkait antara satu dan lainnya sehingga tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan komponen tersebut juga merupakan pengembangan kurikulum serta memiliki perananan yang sangat penting sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum.

      Hapus
  13. Tujuan yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula terhadap pemilihan isi/bahan ajar, strategi pembelajaran, media, dan evaluasi. Bahkan dalam berbagai model pengembangan kurikulum, tujuan dianggap sebagai dasar, arah, dan patokan dalam menentukan komponen-komponen yang lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan keberhasilan dari sebuah pembelajran juga harus mempunyai tujuan yg jelas dan terarah tergantung bagaimana proses awal nya dan juga harus di lakukan dsn di laksanakan dengan sebaik mungkin agar tujuan pendidikan trsebut akan trcpai sesuai dengan yg kita hrpakan...

      Hapus
  14. Sebuah komponen dan strategi dalam kurikulum adalah merupakan acuan untuk kesempurnaan dlam proses pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk itu dengan adanya kurikulum semoga bsa menjadi acuan dan pedoman untuk kita tenaga pendidik agar proses pembeljaran bisa terarah dan bisa terealisasai di tmpat2 skolah dmn tmpt kita mengajar

      Hapus
  15. Bagaimana jika salah satu dalam komponen kurikulum tidak terlaksana apakah pembelajaran itu akan berhasil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya kurikulum merupakan komponen dan strategi pembelajaran yang saling berkaitan,jika salah satu komponen trsebut tidak terlaksana maka pembelajaran bisa menjadi tdk terarah krena kurikulum merupakan acuan atau pedoman bagi kita tenaga pendidik..

      Hapus
  16. Komponen kurikulum sangat bermanfaat untuk pembelajaran di sekolah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dengan adanya kurikulum ini bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah..

      Hapus
  17. Memang pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir,proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Perubahan kurikulum ini dilandasi dengan kemajuan zaman dan tekhnologi yang dinailai model kurikulum yang dilaksanakan belum memenuhi tuntutan zaman, sebagai tenaga pendidik mesti memahami setiap perubahan kurikulum yang berlaku agar tujuan dari kurikulum dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali pak @kohari bagaimana jika seorang tenaga pendidik belum memahami setiap perubahan kurikulum yg berlaku,tentu tujuan dari kurikulum tersebut tidak dpt trlaksan dan tercapai sebagaimana yg di hrapkan...

      Hapus

SURVEY EVALUASI KURIKULUM

SURVEY EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN  (KTSP) SD NEGERI 06/IV KEC.PASAR   KOTA JAMBI       Sekolah dasar negeri 06/...